DRAMA Budaya Suku Ngalik “Tarik wanita Antar Desa” distrik Silimo, Kabupaten Yahukimo
DRAMA
Budaya
Suku Ngalik “Tarik wanita Antar
Desa”
distrik Silimo, Kabupaten
Yahukimo
Nama-Nama Aktor
1. Yuspani Berperan Sebagai Moderator
2. Marinus heluka
Berperan Sebagai Kepala
Suku, suku Ngalik
3. Agustinus Berperan Sebagai Jago Tembak Gus-Gus
4.Herlin Berperan Sebagai Anak Yang Rajin Membantu Orang Tua
5. Yopi Berperan Sebagai ayah Herlin
6. Agustina
Berperan Sebagai istri Yopi
7. Luki Berperan Sebagai ayah Agustinus
8. Valen
Berperan Sebagai istri Luki
9. Sem Berperan Sebagai Pemimpin Perang
10. Misael Berperan Sebagai Anggota
11. Esaya Berperan Sebagai Anggota
12. Wetias Berperan Sebagai Pemimpin Perang
13. Malopen Berperan Sebagai Anggota
14.Yusuf Berperan Sebagai Anggota
15. Yosimin Berperan Sebagai Anggota
Herlin : Pada suatu
hari ibu Agustina menyuruh membersihkan lahan kebun petatas di suatu tempat.tepat-Nya di (nosukatma)
distrik silimo
Agustinus : berburu gus-gus di gunung (Maming) sambil bersiul-siul untuk
memanggil burung-burung atau gus-gus di gunung tersebut, namun, ketika ia melihat ke
sektor timur ada seorang wanita cantik yang sedang membersikan lahan kebun
petatas, namun ketika ia melihat wanita
cantik tersebut, maka ia menarik perhatian padanya.
Herlin : setelah membersihkan lahan
kebun ia pulang ke rumah-Nya.
Agustinus : ia juga sesudah berburuh gus-gus
kembali ke rumah-Nya
Agustinus : Pada malam hari-Nya ia sedang
menghayal berjumpa dengan wanita cantik yang ia melihat di lahan kebun petatas.
Keesokkan harinya.
Herlin : menanam jagung di suatu
kebun yang jauh dari rumah-Nya
Agustinus :Berburu gus-gus di suatu gunung tepat-Nya di (maming), namun ia tidak fokus untuk berburu sebab ia menghayal
wanita cantik yang ia melihat kemarin
lalu Di lahan kebun petatas, namun ketika
lima menit kemudian ia memandang ke arah barat, ada seorang wanita
cantik yang sedang menanam jagung di suatu kebun tepat-Nya di (nosukatma), ia kager waooo dan melihat kembali, ia tunduk dan
memikirkan suatu hal yaitu ingin sampaikan pada wanita cantik itu, dan ia siul pada wanita tersebut
namun wanita tersebut tidak melihat-Nya, dan ia siul kedua kalinya lalu wanita
cantik tersebut melihat pria yang siul padanya.
Herlin :
datang menghampiri sosok pria tampan
tersebut dan ia senyum lalu tunduk.
Agustinus :
selamat siang ade
Herlin :
iya selamat siang juga kaka
Agustinus :
izinkanlah saya untuk berbicara padamu.
Herlin :
iya boleh, anda mau bicara tentang apa.?
Agustinus : saya suka pada anda, apakah sekarang
anda bisa pulang kerumah saya.?
Herlin :
terkejut lalu tunduk
Agustinus :
kenapa anda terkejut dan tunduk apakah anda tidak suka dengan saya.?
Herlin : tidak apa-apa, saya juga suka pada
anda.
Pada saat itu
wanita cantik tersebut memutuskan untuk pulang ke rumah pria tampan tersebut. Ketika
orangtua seorang wanita tersebut tunggu
anaknya dirumah, namun ia tidak datang maka, bapak-nya lapor ke pihak pemimpin perang
untuk mencari wanita tersebut.
Pemimpin perang.
Wetias :
suruh pada anggota untuk mencari wanita tersebut.
Yusuf :
mencari wanita tersebut di lahan kebun petatas dan ia menemukan bekas kaki
wanita dan pria tersebut menujuh ke rumah seorang pria, dan ia telah melihat
wanita itu berada di suatu desa yaitu rumahnya pria tersebut, maka ia melapor
ke pemimpin perang bahwasanya wanita itu berada di suatu desa.
Wetias :
memimpin perang untuk serang suatu desa tersebut.
Agustinus :
melaporkan diri kepada pemimpin perang, bahwasanya ia tarik perempuan dari desa
sebelah untuk pasangan hidup, dan ia beritahu kepada pemimpin perang bahwa
segera mempersiapkan anggotanya sebab pihak wanita akan serang kami kesini.
Sem :
memimpin dan mempersiapkan anggotanya untuk serang ke pihak wanita.
Pada saat itu pihak wanita serang ke pihak pria, dan dari pihak wanita telah membunuh anggota
pihak dari pria satu orang, maka dari
itu pemimpin perang sem mengumpulkan anggotanya untuk membalas dendam dan
mereka telah membunuh anggota dari pihak wanita satu orang.
Kepala suku turut berpartisipasi
untuk menyelesaikan perang tersebut:
Kepalah suku
Marinus heluka : Mohon tenang, jangan perang, kepala suku terjun ke tempat
peperangan untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan ia
bertanya kepada
pro dan kontra apa sebab-nya sehingga ada peperangan
dan pembunuhan terjadi.
Pemimpin perang
Wetias :
izin Lapor kepada kepala suku yang saya hormati, perang ini
terjadi karena
pihak kampung Asia mengambil wanita dari
kampung silimo tanpa mengetahui orang tua dan keluarga setempat,
maka terjadi perang ini.
Marinus heluka :
laporan saya terima silahkan duduk. Lalu kepala suku bertanya kepada
pihak pria,apakah benar anda mengambil seorang wanita
tanpa mengetahui orangtua
dan keluarga setempat.?
Sem :
izin lapor kepada kepala suku yang saya muliakan, sangat benar.
Marinus heluka :
baik laporan saya terima silahkan duduk.
Laporan dari
pada pemimpin perang pihak pria dan
wanita telah selesai , maka selanjutnya
kepala suku bertanya kepada orang tua wanita dan pria untuk persetujuan-Nya.
Kepala suku
Marinus heluka : Bertanya kepada pihak orang tua wanita bahwa
apakah setuju
anak anda nikah dengan pria tersebut.?
Agustina dan Yopi : iya kami selaku orang tua sangat setuju.
Marinus heluka :
baik laporan saya terima.
Marinus/kepala suku : Bertanya kepada pihak orang tua pria, bahwa apakah setuju anak anda
nikah dengan wanita tersebut.?
Luki dan valen : iya kami selaku orang tua setuju.
Pihak orang tua wanita dan pria setuju maka.
esok harinya kepala suku
memutuskan bahwasanya berdasarkan persetujuan diatas sudah
sah maka.
Agustinus :menikah dengan herlin, dan didoakan oleh kepala suku setempat.
Acara pernikahan telah selesai.
Pada akhirnya
pihak wanita dan pria damai , maka kepala suku dan pemimpin perang bersatu
untuk mempereratkan hubungan persaudaraan.
KESIMPULAN
Dalam sebuah Drama Ini Herlin adalah wanita
yang rajin membantu
orang tua, dan ia orang-Nya setia untuk
melakukan tugas yang diberikan oleh kedua
orang tua di suatu desa di kampung Asia. Sedangkan Agustinus
adalah sosok pria yang mahir berburu gus-gus di suatu gunung (maming) dan selalu mendengar amanah dari
pada kedua orang tua. Dan yopi adalah ayah-Nya herlin dan ia sangat sayang pada anak-Nya,
serta Agustina adalah istri-Nya Yopi dan mereka adalah
keluarga besar yang setia menjaga anak-Nya Yaitu Herlin
di suatu desa tepat-Nya di Silimo. Luki
adalah ayah-Nya Agustinus ia orang-Nya ramah dan toleran bagi sesama, sedangkan
Valen adalah istri-Nya Luki, Wetias dan Sem
adalah pemimpin perang di kampung
Asia. Dan Marinus heluka adalah kepala suku
di suatu kampung dan ia selalu
mengatasi persoalan-persoalan internal maupun eksternal yang terjadi di suatu
kampung dan yuspani adalah seorang moderator yang menceritakan alur cerita sebuah drama ini. Yusuf,
Malopen, Yosimin Dan , Essaya misael adalah masyarakat biasa di kampung silimo.
Sebuah Drama ini menceritakan kebudayaan/kebiasaan suku Ngalik kabupaten
Yahukimo, distrik silimo pada masa lampau, dan sekarang di daerah-daerah tertentu masih ada, Tarik wanita tanpa
mengetahui orang tua
dan keluarga setempat , untuk menjadikan pasangan hidup. Namun ada sebagian
orang tua yang tidak setuju sebab pria
tersebut tidak sesuai dengan harapan
kedua orang tua. Dan ada sebagian orang tua yang setuju.
Ketika pihak wanita tidak
setuju untuk menikah dengan pria
tersebut, maka ada
peperangan diantara kedua bela
pihak, jika setuju maka
tidak terjadi peperangan.
Komentar
Posting Komentar