GENERASI PAPUA KEHILANGAN KESADARAN NILAI-NILAI BUDAYA
"Marinus Heluka, Mahasiswa Ilmu Sejarah"
Sejak dulunya Pulau Papua dihuni oleh orang Papua ras melanesia dan memegang teguh pada budaya,adat istiadat,agama,dan bahasa sebagai landasan filosofis Identitas orang asli Papua. Maka orang tua terutama ayah sebagai guru pertama dalam keluarga sehingga menanamkan sejarah daerah kepada anak, agar anak tersebut tahu dan sadar akan nilai-nilai, adat istiadat dan sejarah budaya sebagai pedoman hidup.
Sebab terkadang ayah tidak memberikan pemahaman dan mengharapkan guru saja di sekolah-sekolah formal sehingga regenerasi Papua sekarang kehilangan kesadaran dan identitas diri yang sebenarnya, sebab sejarah daerah-daerah Papua yang sejatinya tidak masukan dalam kurikulum pendidikan Nasional, sehingga guru tidak mengajarkan sejarah orang asli Papua yang sebenarnya. Sebab regenerasi Papua didoktrin dengan sejarah daerah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Seperti menghafal nama-nama raja, Pahlawan, lagu kebangsaan dan kerajaan majapahit, Sriwijaya, Kutai. Adanya hegemoni dari sejarah daerah luar sehingga regenerasi Papua tidak akan tahu tentang sejarah asal usul daerah sendiri,maka disinilah kehilangan kesadaran nilai-nilai budaya regenerasi Papua sekarang. Sehingga untuk menanamkan nilai-nilai budaya bagi generasi Papua membutuhkan peran orang tua,lembaga-lembaga masyarakat, Cendikiawan, organisasi Pemuda/i dan mahasiswa khususnya orang asli Papua, harus memberikan pemahaman nilai-nilai luhur budaya, adat istiadat kepada regenerasi Papua agar menjaga keutuhan orang asli Papua, sebab orang luar datang ke Papua hanya untuk mencari sumber daya alam, maka mereka tidak akan mengajarkan nilai-nilai budaya, oleh karena itu tentunya orang asli Papua sendiri yang memberikan pemahaman kepada generasi Penerus bangsa Papua nantinya, maka sadar, bangkit dan menanamkan nilai kultural kepada sesama orang Papua.
Penulis: Marinus Heluka
Ketua Himpunan Mahasiswa Papua-Aceh (HIMAPA) Provinsi Aceh.

Komentar
Posting Komentar