BELAJARLAH KEBERAGAMAN KE PAPUA WAHAI IBU RISMA

Ketika memarahi pegawai yang tidak bacus,Mensos Risma mengancam akan memindahkannya ke Papua. “saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua” kata Risma. Risma tentu memilih Papua dalam ancamannya, karena dalam pikirannya Papua adalah tempat pembuangan yang ditakuti ASN di Jawa. Jika membangun Papua yang baik maka memindahkan ASN Jawa yang berkualitas. Setingkat menteri selayaknya memilih narasi yang membangun, bukan merendahkan orang Papua. Ibu Risma ingat Tanah Papua telah menghidupkan ratusan ribu perantau terbanyak dari Jawa dan Sulawesi. Banyak orang dari luar Papua ke Papua menjadi cepat kaya karena orang Papua tidak menghalangi, malah memberikan peluang. Orang Papua sulit mendapatkan KTP diluar Papua, tetapi orang luar ke Papua urus KTP Papua cepat sekali. Dan Mindset Risma ini sudah tertanam akut di dalam bawa sadar elite Jakarta bahwa Papua adalah kosmik palik jauh dari Indonesia. Dan hanya cocok untuk pembuangan, namun giliran SDA-Nya diekstrak habis-habisan. Jika ibu Risma memandang Papua sebagai bagian dari NKRI tentunya ibu tidak memandang rendah, Papua bukan tempat sampah. Sebagai pemimpin ibu seharusnya lebih bijak dalam bertutur kata. Renungkan ibu, kalau ibu hendak buang sampah buanglah sampai itu di tempat semestinya. Bukan membuangnya di kepingan surga yang Tuhan tempatkan di bumi Papua.
Penulis: Marinus Heluka
Blogger
Komentar
Posting Komentar