Postingan

Bangsa Papua: Mengucapkan selamat memperingati HUT RI yang ke 76 tahun.

Bangsa Papua sebagai Bangsa yang besar dan bermartabat, tentunya Kita menghargai rumah persinggahan Kita saat ini-untuk sementara waktu. Sebagai sesama Bangsa, kami Bangsa Papua mengucapkan selamat kepada Bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang pernah diraih, penuh dengan perjuangan, darah dan air mata. Pada akhirnya juga, ketika Bangsa Papua mendapatkan kemerdekaan sejatihnya, Bangsa Indonesia sebagai saudara dan sahabat kami akan menghargainya juga. Dulu, Belanda bersih keras kepada Indonesia. Hari ini, Belanda mengucapkan Dan menghargai kemerdekaan daerah bekas jajahannya tersebut. Hari Ini Bangsa Indonesia bersih keras, dan menghalalkan segalah bentuk cara untuk tidak mengakui kemerdekaan Papua. Namun, suatu saat, mereka tentu akan mengakui dan mengucapkan selamat atas kemerdekaan yang kita akan raih, sama halnya dengan Belanda. Selamat merayakan saudara2ku. Jika Kemerdekaan ialah hak segalah bangsa, maka suatu saat Bangsa Indonesia akan menghargai dan menghormati perjuangan Bangsa ...

TINDAKAN REPRESIF APARAT KEAMANAN, MEMBUNGKAM ASPIRASI RAKYAT PAPUA

Gambar
      Masyarakat Yahukimo, aksi Demo damai. Negara Indonesia merupakan negara hukum. Demikian bunyi pasal 1 ayat 3 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Yang dimaksud negara hukum adalah Negara yang di dalamnya terdapat  berbagai aspek peraturan-peraturan yang bersifat memaksa dan mempunyai saksi tegas apabila dilanggar. Bahkan pemerintah Indonesia telah mengesahkan tujuh instrumen HAM Internasional ke dalam peraturan perundang-undangan Nasional, yaitu: Konvensi Penghapusan segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, Konvensi Hak Anak, Konvensi menentang  Penyiksaan, Konvensi tentang Penghapusan segala bentuk Diskriminasi rasial, Konvenan Hak-hak ekonomi, sosial dan budaya, Kovenan Hak-hak sipil dan Hak Politik, dan Konvensi Hak penyandang Distabilitas. Dan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Bangsa Indonesia sebagai anggota perserikatan Bangsa-Bangsa mengemban tanggungjawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi dan...

MAKALAH SEJARAH ASIA BARAT OLEH MARINUS HELUKA.

 MAKALAH SEJARAH ASIA BARAT  Dibuat untuk memperoleh nilai pada  Mata Kuliah Sejarah Asia Baratwß Oleh: Marinus Heluka     1706101020066 JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM, BANDA ACEH 2020 Kata Pengantar Puji dan syukur, penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas kebaikannya  yang mana ia senantiasa memberikan semangat dan kekuatan dalam hidup saya yang begitu indah. Karena atas campur tangan Tuhan sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan efesien, tak lupa juga penulis mengucapkan terimakasih kepada bapa Muhammad Haikal, S.Pd M.Pd selaku dosen pembimbing mata kuliah Sejarah Asia Barat. Makalah ini banyak kekurangan, maka penulisan memohonn agar para pembaca memberikan saran dan kritik.                             Banda Aceh, 15 Agustus 2020                ...

Sekilas Budaya Lembah Palim Selatan

  Geografis, Iklim dan Penduduk Luas wilayah Papua 416.000 km2 atau tiga kali setengah Pulau Jawa. Propinsi yang amat luas ini hanya dihuni 2.013.620 juta jiwa penduduk. Dengan tingkat kepadatan penduduk terjarang di Indonesia , yaitu kurang lebih 4 jiwa, perkilo meter persegi. (BPS, Propinsi Papua, 2007). Kabupaten Jayawi Jaya berpenduduk 400130 jiwa dengan tingkat kepadatan 8,20 jiwa perkilo meter persegi. Secara geografis Kabupaten Jayawijaya terletak antara 30.20 sampai 50.20' Lintang Selatan serta 1370.19' sampai 141 Bujur Timur. Batas Jayawijaya sebelah Utara dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Yapen Waropen, Barat dengan Kabupaten Paniai, Selatan dengan Kabupaten Merauke dan Timur dengan perbatasan negara Papua New Guinea. (BPS, Propinsi Papua, 2007). Jayawi Jaya terletak di Pegunungan Tengah Papua. Ibukota Kabupaten Wamena. Jayawi Jaya dimekarkan empat Kabupaten baru yakni : Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Punjak Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bint...

BELAJARLAH KEBERAGAMAN KE PAPUA WAHAI IBU RISMA

Gambar
      Ketika memarahi pegawai yang tidak bacus,Mensos Risma mengancam akan memindahkannya ke Papua. “saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua” kata Risma. Risma tentu memilih Papua dalam ancamannya, karena dalam pikirannya Papua adalah tempat pembuangan yang ditakuti ASN di Jawa. Jika membangun Papua yang baik maka memindahkan ASN Jawa yang berkualitas. Setingkat menteri selayaknya memilih narasi yang membangun, bukan merendahkan orang Papua. Ibu Risma ingat Tanah Papua telah menghidupkan ratusan ribu perantau terbanyak dari Jawa dan Sulawesi. Banyak orang dari luar Papua ke Papua menjadi cepat kaya karena orang Papua tidak menghalangi, malah memberikan peluang. Orang Papua sulit mendapatkan KTP diluar Papua, tetapi orang luar ke Papua urus KTP Papua cepat sekali. Dan Mindset Risma ini sudah tertanam akut di dalam bawa sadar elite Jakarta bahwa Papua adalah kosmik palik jauh dari Indonesia. Dan hanya cocok untuk pembuangan, namun giliran SDA-Nya dieks...

HAM RAKYAT PAPUA DIBUNGKAM OLEH FIRAUN MODERN

Gambar
Negara Republik Indonesia dikenal  sebagai Negara hukum, dan menjunjung tinggi asas-asas HAM sebagai pedoman agar menjaga eksitensi masyarakat Indonesia yang multikultural dan etnis, dari Sabang sampai Merauke sehingga menciptakan kedamaian serta keharmonisan. Namun kini pemerintah  pusat sangat sentralis sebab HAM masyarakat Papua dibungkam dengan segala cara, dan banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua seperti  Wamena berdarah tahun 1977; 2003; Biak berdarah 1998; Wasior 2001; Paniai 2014, serta banyak pelanggaran HAM lainya. Namun  sampai saat ini tidak realisasikan secara baik. Kini organisasi politik yang memperjuangkan sejarah orang asli Papua yang dimanipulasi oleh pemerintah pusat usai aneksasi 1 Mei 1963 demi kepentingan Nasional, pelanggaran HAM, ketidakadilan, dan kebebasan masyarakat Papua dilabelkan sebagai organisasi teroris, mengapa demikian sebab pemerintah pusat  sentralis dan membungkam  aspirasi masyarakat, LSM, Mahasiswa, Tokoh Agam...

GENERASI PAPUA: SADAR BANGKIT DAN LAWAN MIRAS YANG MERUSAK KARAKTER DAN NILAI-NILAI BUDAYA PAPUA

Gambar
Pemuda adalah harapan masa depan Papua, sebab bangsa yang besar membutuhkan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan berkarakter. Dan generasi Papua dari tahun 90-an dijuluki sebagai orang Cerdas, pintar dan mempertahankan nilai-nilai budaya sebagai filosofi hidup. Namun kini regenerasi Papua dikendalikan secara sistematis dan masif oleh MIRAS, sehingga kehilangan Kesadaran akan nilai-nilai budaya dan sejarah bahkan minimnya orang-orang yang berkarakter, sebab suatu bangsa dibangun berazaskan moralitas dan menanamkan nilai kultural agar generasi penerus tidak kehilangan Kesadaran akan nilai-nilai budaya sebagai identitas, Latar belakang orang asli Papua ras Melanesia sebelum bergabung ke Indonesia pada tahun 1963, menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat sebagai pedoman hidup yang telah diwariskan oleh leluhur disetiap suku dan daerah yang terbagi dalam 7 wilayah adat di Papua,  sehingga melestarikan dengan baik dan benar. bahkan sebelum  tahun 1960-an mayoritas orang ...